Breaking

Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Thursday, 2 June 2016

20:05

Menjadi Perawat Penulis, Apa Untungnya?

Medianers ~ Terlalu naif rasanya jika menanyakan "Apa untungnya jadi Perawat penulis? "Kendati demikian, medianers tetap berupaya mengajak pembaca untuk mengkaji apa untungnya dari menulis yang bisa diraih Perawat, bilamana aktif menulis di media massa cetak maupun online.

Yang jelas menulis itu tidak ada ruginya, seseorang bisa dikenal dan dikenang salah satunya lewat tulisan yang ia tuangkan. Seperti sosok Lilian D Wald misalnya. Ia dikenang sebagai Perawat pelopor peduli kesehatan masyarakat, sebagai aktivis perlindungan anak, dan hak-hak perempuan. Setiap aktivitasnya ia dokumentasikan dalam buku. Semasa hidup ia mengisahkan perjalanan hidupnya dalam buku berjudul "The House on Henry Street (1911) dan Windows on Henry Street (1934).

Bukan saja Lilian D Wald, tapi Mary Jane Seacole, ia menjadi dikenang dan terkenal, bahkan pernah mendapat penghargaan dari Turki dan Francis juga berkat bukunya yang berjudul "The Wonderful Adventures of Mrs Seacole" buku yang menceritakan perjalanannya melakukan pertolongan dan perawatan di saat perang Krimea.

Maknanya adalah, apa yang dilakukan dua wanita hebat itu, mereka tuliskan dan terdokumentasi dengan baik hingga diterbitkan menjadi sebuah buku layak dibaca banyak orang. Sehingga orang banyak mengetahui apa yang ia lakukan, penilaian, pengkajian, dan berbagai hal pun datang sehingga penghargaan pun akan lahir menyertainya. Coba saja jika dua sosok  Perawat yang medianers maksud di atas tidak menuliskan apa yang ia lakukan, tentunya hingga hari ini namanya lenyap tak dikenang, karena sepak terjangnya tidak diketahui.

Dewasa ini, pilihan untuk menulis tidak serumit masanya Lilian D Wald dan Mary Jane Seacole. Hari ini, Perawat bisa dengan mudah menuliskan perjalanan hidupnya, pikiran, opini maupun hasil penelitiannya dengan mudah. Salah satunya melalui blog. Demikian juga dengan buku, sangat gampang menerbitkannya melalui penerbit indie yang banyak bertebaran di internet.

Masih bertanyakah anda tentang Menjadi Perawat Penulis apa untungnya ? Ya, selain mendapatkan "nama" tentunya akan menghasilkan uang. Baik menulis di blog maupun menerbitkan tulisan melalui buku dan koran. Menulis opini di koran, anda akan dibayar. Demikian juga di blog, bilamana tulisan anda dicari orang banyak, maka google adsense akan tertarik menggaji anda melalui iklannya, begitu juga produk suatu perusahaan, dengan mereview anda akan di bayar, pembayaran tergantung kesepakatan.

Kesimpulannya, sangat banyak keuntungan Menjadi Perawat penulis. Terutama untuk mendapatkan "nama" agar dikenal dan dikenang, kedua untuk menambah penghasilan. Jadi, bilamana anda tertarik untuk menulis, maka tuliskanlah aktifitas Keperawatan anda kapan saja dan dimana saja melalui media.(AntonWijaya).

Wednesday, 25 May 2016

22:21

Nasib Perawat Bagaikan Telur Mata Sapi

Medianers ~ Si Baim, teman penulis yang saat ini bertugas sebagai Perawat di Instalasi Bedah Sentral pernah berkata, "nasib Perawat itu sama seperti telur mata sapi. Padahal ayam yang bertelur, tapi sapi yang dapat nama," ucapnya, pada penulis suatu ketika.

Telur mata sapi yang dimaksud, yaitu telur ayam di goreng pakai minyak di dalam wajan atau teflon. Nama lainnya disebut juga telur goreng ceplok. Di daerah penulis, jarang sekali orang menyebutnya telor ceplok, tapi diberi nama telur mata sapi. Telur mata sapi siap untuk disajikan di atas meja makan, yang bisa membuat orang kelaparan menjadi kenyang dan mendapatkan nilai gizi seperti protein sebagai zat pembangun. Sering telur jadi persediaan dan cadangan bagi ibu rumah tangga, anak kos dan siapa saja, sebab memasaknya sangat praktis, dan mudah mendapatkannya serta murah prosesnya.

Jika ada makanan dan menu lainnya, goreng telur mata sapi bukanlah pilihan utama, sang telur akan di inapkan saja dalam kulkas. Kecuali dalam keadaan darurat, seperti cadangan makanan lainnya habis, atau keuangan sedang menipis, maka telur mata sapi jadi pilihan utama.

Demikian juga kondisi Perawat di Pelayanan kesehatan, meskipun Perawat yang melakukan tindakan pertolongan, sang Perawat sulit dapat pengakuan. Baik pengakuan dari segi tarif dan jasa, maupun dari segi legalitas.

Saat Perawat dibutuhkan, ia boleh melakukan tindakan, ketika berurusan dengan hukum positif, maka Perawat siap untuk dipenjarakan.

Saat Perawat berhasil melakukan pertolongan, jangan harapkan menuai pujian, bilamana Perawat gagal dalam pekerjaan, maka siap-siap untuk dipidanakan. Yah, penulis tidak perlu membuat contoh, karena sudah banyak berita buruk tentang Perawat, di banding berita baik.(AntonWijaya)

Friday, 1 April 2016

11:01

Menanggapi Ide Pendirian Koperasi Perawat Indonesia

Situs-koperasi-perawat
Tampilan Situs Koperasi Perawat Indonesia
Medianers ~ Ide segar akan dahaga kreatifitas patut diacungkan jempol pada beberapa orang Perawat di tanah air dan yang berdomisili di luar negri. Pasalnya, ada keinginan kuat dari segelintir mereka untuk mendirikan Rumah Sakit atas nama Perawat.

Mungkin, jika itu terwujud melalui penggalangan dana 'keroyokan' melalui Koperasi yang bakal bernama Koperasi Perawat Indonesia akan menghadirkan 'oase' di padang pasir yang gersang, maksudnya akan hadir nama sebuah Rumah Sakit di Indonesia yang dilabeli nama sosok Perawat tanah air (mungkin).

Perhatikan nama-nama Rumah Sakit di Indonesia, nyaris nama rumah sakit pakai gelar dokter, RSUD dr.Adnaan WD misalnya, atau silahkan cek di daerah anda apa nama RSUD-nya? pasti menggunakan nama dokter. Tidak bermaksud iri, tapi demikianlah kenyataan bahwa penghargaan profesi di kesehatan itu tercurah bagi profesi dokter, karena apa? Karena mereka berbuat lebih sehingga penghargaan datang tanpa diminta.

Inilah kesempatan bagi Perawat Indonesia untuk memulai menghargai profesinya sendiri, membangun dan berkonsolidasi melalui Koperasi Perawat Indonesia yang digagas, sebagaimana yang dilansir di situs resmi Koperasi Perawat Indonesia.

"Hingga kini, (1/4) sebanyak 212 orang Perawat telah mendaftarkan dirinya menjadi anggota. Ungkap Nurudin di salah satu grup media sosial. Nurudin salah satu pendiri Koperasi Perawat Indonesia, beliau bekerja di Qatar di perusahaan oil dan gas, beliau tidak henti-hentinya mengkampanyekan di media sosial, mengajak Perawat Indonesia bergabung.

Sugeng Riyadi pun demikian, Perawat yang mengais Riyal di Qatar ini, juga sangat aktif memberikan informasi seputar prospek Koperasi Perawat Indonesia. "Ide ini mungkin dianggap aneh. Ide untuk menyatukan ratusan ribu perawat Indonesia di seluruh pelosok nusantara bahkan luar negeri ke dalam satu wadah bernama Koperasi. Tapi penting diingat bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Jika punya keinginan kuat yang didukung dengan usaha yang tulus dan dengan perkenan dari Yang Maha Kuasa, maka Nothing is impossible!" Serunya di media sosial.

Ide Pendirian Koperasi Perawat Indonesia Dari Media Sosial Hingga Menggelar Munas

Nurudin dan Sugeng Riyadi adalah pentolan menginisiasi pembentukan Koperasi Perawat Indonesia di media sosial. Berawal dari diskusi di grup hingga mampu melobi senior Perawat yang telah malang melintang di Jawa Tengah, sebut saja Edy Wuryanto, pernah jadi kandidat Ketua Umum PPNI tahun lalu, yang saat ini masih aktif jadi pengurus PPNI Jateng, juga siap pasang badan menginvestasikan dananya demi merealisasikan terbentuknya koperasi yang digagas ini.

Draft AD/ART telah mereka siapkan, dan berencana menggelar Munas (Musyawarah Nasional) perdana pada tanggal 12 Mei mendatang, bertepatan dengan peringatan hari Perawat sedunia. Munas rencana digelar di gedung pusat pengembangan Keperawatan ( Java Nursing Center), Jawa Tengah.

Demikian juga Perawat senior sekaligus pengusaha yang berdomisili di Lampung, ia adalah "Bapak Nurdiono" kata Sugeng Riyadi. Mas Sugeng menambahkan, "Bapak Nurdiono. Seorang perawat yang saat ini sudah menyandang gelar S3 dari UGM. Beliau berdomisili di Lampung. Beliau adalah pemilik TEGAR TV Lampung dan komisaris beberapa Rumah Sakit disana. Dan, Alhamdulillah sudah bergabung, dan akan ikut membesarkan Koperasi Perawat Indonesia." Bebernya.

Prospek Koperasi Perawat Indonesia

Pandangan penulis, ini adalah langkah hebat yang akan membangkitkan ekonomi Perawat nasional. Sebagaimana kita ketahui Koperasi adalah soko guru nasional yang akan menopang ekonomi yang goyah.

Potensi Perawat yang jumlah ribuan jika dikelola dengan baik, tentunya akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi yang sangat besar. Rasanya sangat mudah mendirikan Rumah Sakit atau Pelayanan kesehatan atas nama Koperasi Perawat Indonesia. Dan, keuntungan juga bisa memodali Perawat-Perawat Indonesia lainnya yang ingin buka usaha, serta meningkatkan pendapatan anggota yang telah berinvestasi melalui Sisa Hasil Usaha (SHU).

Namun, yang perlu jadi perhatian adalah keseriusan pengelolaanya. Orang-orang ( pengurus) yang dipilih di Munas nanti hendaknya adalah sosok yang memiliki visi-misi pantang menyerah. Memiliki latar belakang insting pengusaha, dan telah di tunjukan dengan usaha yang telah ia kelola. Idealnya, pengawas koperasi didatangkan dari luar profesi Perawat, seperti butuh sentuhan Akuntan publik misalnya. Hal teknis inilah jadi penentu sukses atau tidaknya Koperasi Perawat Indonesia senantiasa. Selain transparansi laporan keuangan yang akuntabel.

Peran PPNI Terhadap Rencana Pembentukan Koperasi Perawat Indonesia.

Penulis sangat sepakat, jika Koperasi Perawat Indonesia di bawah badan usaha milik PPNI, artinya Koperasi yang akan dikukuhkan ini bagian dari PPNI, tidak berdiri sendiri, tapi bentuk badan usaha milik PPNI.

Pertanyaannya, apakah pengurus PPNI pusat tidak melihat apa yang digagas oleh aktivis Perawat ini sebagai potensi luar biasa? yang bisa dijadikan kekuatan ekonomi organisasi profesi?

Meskipun ada koperasi yang telah dikelola PPNI, namun tidak bersifat nasional, hanya diserahkan pada masing-masing wilayah, cabang dan ranting. Dan, pengelolaanya belum tertata dengan baik.

Harapan penulis, semoga Munas berjalan lancar, dan PPNI mengambil peran di Munas nanti. Semoga! ( AntonWijaya).

Friday, 29 January 2016

10:56

Si Bujang : Payah mencari lawan bicara saat ini, semuanya diskusi pakai jari

Disorientasi-sosial-akibat-media-sosial
Berkumpul tapi saling unjuk jari / Gambar : Si Bujang
Medianers ~ Beginilah kondisi dewasa ini, sesuai kritikan Si Bujang melalui gambar. Bahwa tidak jarang kita berkumpul, tapi asyik dengan gadget sendiri, komunikasi lewat jari, ketawa-ketiwi sendiri, mungkin sedang mengomentari sesuatu yang menyita perhatian, tapi mengacuhkan teman di samping dan depan.

Di kantin, tempat ngopi, bahkan di rumah, gadget telah banyak menyita waktu penggunanya. "Biang keladi" dari semua ini adalah media sosial. Menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Kritik Si Bujang, "Lah payah mancari kawan maota di lapau kini... Sadonne maota jo jari." Unggahnya di Facebook. Artinya, "Payah mencari lawan bicara di warung saat ini, semuanya diskusi pakai jari."

Si Bujang adalah Tokoh kartun yang selalu update berbahasa Minang Kabau di Facebook. Tokoh Si Bujang cendrung mengkomunikasikan gejala sosial dalam berbentuk komik.

Jika dalam jangka waktu lama begini, bisakah seseorang disebut gangguan mental, seperti disorientasi sosial? Menurut KBBI online , pengertian disorientasi adalah "kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yang berkenaan dengan waktu tempat dan orang."(AntonWijaya)

Wednesday, 6 January 2016

23:00

Aku Bukan Nelson Mandela

Menikmati kesunyian di beranda rumah, hanya ditemani secangkir kopi pahit, membuat imajinasiku semakin tak terkendali. "Cobalah, praktekkanlah, niscaya kau akan bisa." Barangkali itu yang disampaikan jangkrik, mungkin ! Sebagai bentuk penghibur di kesepian malam.
Kutipan-quotes-nelson-mandela
Bintang kecil di angkasa yang menembus kegelapan hingga cahayanya terlihat jelas di teras rumah, menggiringku mengingat Nelson Mandela. Ia adalah presiden Afrika Selatan yang pernah berucap, "Selalu tampaknya mustahil sampai hal itu dilakukan." 

Yah, pria kelahiran 18 Juli 1918 ini, adalah sosok anti diskriminasi dan penjajahan. Nelson Mandela berani melawan arus, bahkan pernah di jatuhi hukuman seumur hidup karena menentang arogansi penguasa. Apa yang diperjuangkan Nelson Mandela, akhirnya berbuah manis, ia berhasil mengikis diskriminasi di negaranya, dan menjadi presiden Afrika Selatan priode 1994-1999 melalui pemilihan demokratis.

Kutipan Nelson Mandela tersebut, sebagai isyarat, bahwa sesuatu yang direncanakan itu, harus dilakukan, dipraktekkan. Jangan hukum diri sendiri dengan kata gagal sebelum dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Nelson Mandela adalah tokoh, aku bukan siapa-siapa, setidaknya hal positif yang lahir dari mulut beliau bisa sebagai motivasi dalam mewujudkan sebuah impian. Minimal merevolusi diri dari kebiasaan buruk, demi sebuah kejayaan di kemudian hari. 

Kopi pahitku mulai dingin, angin malam serasa menusuk ketulang. Seolah menegur, "Segeralah ambil selimut dan tidur."(AntonWijaya/ Catatan menjelang tidur)

Popular Posts